19 Januari 2008, pukul 19.30 WIB, Teater Terbuka Taman Budaya Jawa Barat (Dago Tea House)
Konserku yang pertama. Aku berdebar. Para penonton kebanyakan telah duduk di tempatnya masing-masing, menunggu kami yang telah berbaris rapi di panggung. Karena tinggiku, aku berada di baris ketiga, di bagian paling belakang.
Para penari telah siap di tempatnya masing-masing. Konduktor pertama, Teh Donat, mengangkat batonnya. Tanda kami harus bersiap. Satu..dua..tigaa..
Hai! Di 19 Januari 2012 ini, entah kenapa gue lagi pengen ngereview Konser pertama yang gue lakukan 4 tahun lalu, berdasarkan dvd dan memori.
.
Sesi 1 : Walk in Time
Medley Opening Act : Numb - Linkin Park dan In The Shadow- The Rasmus.
Harusnya sih medley lagu ini menggelegar begitu, tapi kalo di dvd jadinya agak mendem, dan penarinya agak nggak kompak.
Someday he’ll come along, the man I love~
Lagu pertama yang dinyanyikan dalam Romantic Moment Gershwin. Dibawain sama 3 orang. Jadi awalnya Teh Fatya nyanyiin The Man I Love, disambung Kang Djiw dengan I’ve Got a Crush On You, I’ve Got Rhythm oleh Teh Anggi dan Teh Cimol, lanjut lagi They Can’t Take That Away From Me duet Kang Djiw dan Kang Eldi. Akhirnya-akhirnya ada penggabungan saut-sautan dari lagu-lagu ini. Gue suka sesi ini, bikin gue menikmati lagu jaman Engkih.
Medley Grease.
List lagu di medley grease ini banyak sih lumayan, jadi gue lupa apa aja judulnya. Kalo mau, cari aja di internet. Ada kok. Di sini kita pake penari dari T’ST juga.
Selanjutnya, lagu eksistensi! HAHAHA beneran! Soalnya kita, DT 2 dan DT 3 pada catwalk mamerin baju yang kita pake (walaupun sebenarnya banyak yang tidak memenuhi syarat gara-gara malu).
Jadi gini, pertama yang catwalk itu DT 2, DT aku, diiringi More Than a Woman + Mamma Mia oleh DT 3 yang ceritanya bernuansa 70an. Baru abis itu DT 3 yang turun, diringi kita DT 2 dengan lagu I Wanna Dance With Somebody + You Give Love a Bad Name dari tahun 1980an.
Subsesi terakhir dari sesi I : The Last Decade-Super Teen Sensation
Yang berhasil mengalihkan dunia ku. Kenapa? Karena lagunya 1990an. Kenapa? Karena ada Boy Band nya! YIHAHA! Sungguh, gue sampe lupa main (padahal not itu cuma gue yang pegang) gara-gara gue ngeliatin si Boy Band (yang terdiri dari kakak kelas hahaha) itu nari bukannya Konduktor. Lagu yang dimedleynya Everybody, Quit Playing Games With My Heart, All I Have To Give, God Must Have Spent a Little More Time on You, sama Baby One More Time.
Setelah sesi ini, DT 2 dan DT 3 keluar panggung, saling menceritakan kegembiraan dan kesalahan yang dibuat.
.
Sesi II : Musical Case.. Let’s Have Fun
Subsesi 1: Girl Power
Diawali dengan DT 1 yang catwalk dan penari saman yang masuk dengan diiringi perkusi Big Black Horse dan Cherry Tree. Para penari Saman ini menari buakn diiringi lagu Aceh, tapi dengan Powerless dan Unwritten. Di awal-awal lagu Unwritten, muncul penari daerah lain dari Bali, Betawi, Kalimantan, Sunda, dan Padang. Keren ya konsepnya, ketika tradisional dan modern berpadu dengan harmonis menjadi satu.
Subsesi 2 : Boys London
Boys dan London… Apa yang lo pikirkan? Coldplay! Sesi ini berisi medley dari lagu She’s The One, You’re Beautiful, dan Fix You. Penari-penari tadi masih ada di panggung, cuma mereka nggak nari. lampu panggung diredupkan dan mereka menyalakan lilin-lilin untuk menambah suasana mellow di malam itu. Yang kemudian lilin itu ditipu satu-satu hingga penghujung lagu.
Subsesi 3 : Shake Your Booty
Walaupun sebenarnya nggak mungkin ada penonton atau pemain yang tiba-tiba ke panggung terus goyang pantat sih.
Masih menyambung dari suasana mellow tadi, disuguhkan lagu If I Ain’t Got You yang bergenre jazz. Tapi langsung cheerful mode on ketika Irreplaceable dibawakan untuk merubah suasana.
Subsesi 4 : Exotic Eastern Touch
Entah kenapa, ngedenger nama ini, gue mendadak laper. Nggak nyambung emang.
Tiba-tiba banyak orang Jepang di panggung. Nggak deng, mereka anak NK yang kita aja kerjasa buat menari sebagai Geisha untuk lagu Cintaku di Ujung Jalan dan Saviour. Di bagian klimaks Saviour, ada Flame Thrower yang nyemburin api kayak di Hawaii.
.
Sesi Rock Your Body.
DT 2 dan DT 3 kembali lagi ke panggung setelah sebelumnya istirahat atau mencuri lihat konser dari pinggir venue. Lagu yang pertama dibawakan ketiga tim adalah Time Is Running Out. Salah satu lagu yang paling gampang dibawakan karena nadanya yang terus diulang .
Lalu, Broken Heart Club!
Medley kojonya anak-anak KPA, baik yang galau ataupun nggak. Menurut gue ini salah satu medley terbaik yang pernah KPA aransemen karena emang enak banget. Ceritanya ada 3 orang yg terjalin cinta segitiga (kayaknya sih) saling menyanyi dan nantinya ada saut-sautan cute gitu.
Awalnya lagu-lagu barat dulu, terdiri dari My Immortal (Teh Cimol), hurt (Teh Anggi), Perte (Kang Eldi) terus Seperate Lives (bertiga). Kemudian lanjut ke lagu-lagu lokal : Soulmate (Kang Eldi), Terlalu Cinta (Teh Cimol), Menanti (Teh Anggi), Dalam Hati Saja (bertiga), Adilkah Ini (Teh Anggi), Dan Tak Mungkin Kumelepasmu (bertiga, tapi saut-sautan gitu lagu2 sebelumnya nyampur), dan Bukan Untukku (Kang Eldi, ada saut-sautannya juga).
Oh iya di bagian itu sempet never ending ngegeter angklung gara-gara Kang Eldi lupa nyanyi —”
Back to The Groove!
This is How a Heart Breaks dinyayiin solo sama Kang Jeje, yang ditutup dengan Semua Jadi Satu oleh teh Fathya, teh Cimol, dan teh Anggi. Untuk Encore, All Night Long dari Lionel Richie, semua penyanyi muncul dan sambil perkusi masih terus main, pemain angklung turun panggung dan gabung sama penonton.
.
Overall, walaupun masih banyak kekurangannya, entah kenapa, ini konser paling berkesan buat gue. Mungkin karena ada faktor konser pertama dan anak kelas 1 nggak perlu tau urusan konser yang penting main.
Oh iya, kalo mau ulasan yang lebih enak dibaca silahkan ke www.angklung3.info ya!
Gue menantikan konser selanjutnya nih yang katanya ada medley kayak BHC.
I miss that moment.
Salam bermusik,
Adlina Humaira yang memakai baju polkadot, berkacamata putih dan bulu-bulu pink.
